by Fahmy ‘Arafat Daulay on Friday, May 28, 2010 at 10:00am
2008, saya dipanggil untuk sebuah kasus yang belum pernah saya tangani.Ada anak kecil usia 2 atau 3 tahunan yang selalu menangis dan gelisah jika ditinggal pergi bapaknya.Secara kebetulan bapaknya ini adalah seorang ahli pengobatan dengan media pijat refleksi dan ramuan tradisional. Beliau juga seorang praktisi kelompok zikir yang bisa disebut dengan tarikat. Tapi agak aneh juga karena zikirnya hanya menggunakan bacaan bismillahirohmaanirohiim saja yang diulang ulang sampai trance (biasanya zikirnya pake kalimah Allah..Allah..Allah.. atau laa ilaaha ilalllaah..trus menerus..) buat saya pribadi ini adalah hal yang baru dan sangat unik.

Sebenarnya saya bingung juga mau menggunakan jurus apa untuk menangani hal ini. Tapi saya ingat dari pembelajaran saya tentang Pranic Healing dulu bahwa antara ayah dan anak (atau orang yang secara emosi sangat dekat seperti sahabat, sumi istri atau orang tua dan anaknya..) terdapat ikatan (tali) energi yang sangat kuat dan tebal sehingga menyebabkan si anak jadi rewel yang tak henti hentinya selama 3 hari (pada waktu itu bapaknya pergi keluar kota untuk suatu urusan).

Maka..ya saya me UTILIZE aja dari sang bapak untuk memutus tali emosi yang terlalu kuat itu untuk kemudian menyambungkannya dengan tali Illahi secara spiritual.
Saya tak menggunakan teknik induksi ala barat yang bisa dipakai karena si bapak itu sudah memillki pola trance uniknya sendiri yaitu zikir bismillaahnya tadi

Saya lalu memintanya untuk mendapatkan posisi nyaman untuk dirinya untuk kemudian mulai memintanya untuk masuk kembali kondisi zikir yang dalam dengan menggunakan teknik zikir bismillaaah nya tadi.Selanjutnya saya minta dia memberi tanda dengan menggerakkan telunjuknya jika dia sudah masuk ke kondisi hening yang dalam.. beberapa saat kemudian dia memberi tanda bahwa dia sudah masuk kekondisi trance..saya lalu melakukan deepening dengan memintanya LAGI untuk MASUK LEBIH DALAM LAGI dengan zikir nya itu dan memberi tanda jika sudah masuk kealam zikir yang lebih dalam lagi.

Dia memberi tanda lagi..ok..lanjuut..sekarang pada hitungan ketiga masuki tempat kedamaian anda..yaitu tempat dimana anda merasa sangat tenang , hening dan sangat nyaman..( upss..saya nggak teringat rupanya pada waktu wawancara saya gak ingat kalo saya belum nanya tempat kedamaian sperti apa yang dia suka..gawat neh!) tapi walau begitu ya saya hajar aja
Setelah dia berada di tempat kedamaiannya (saya berasumsi begitu..) Selanjutnya saya meminta dia membayangkan anaknya dan mendoakannya lalu setelah dia mendoakan anaknya saya memintanya membayangkan (bahasa yang lebih dipahaminya adalah MEMA’RIFATKAN ) bahwa tali energi antara dia dan anknya itu menipis dan akhirnya putus dan disambungkan (metaphorically) dengan tali illahi mengarah keatas sehingga dia tidak lagi mendapat ketenangan ketika berada didekat bapaknya saja tapi juga mendapat ketenangan langsung dari Tuhannya..begitu niatannya.

Lalu setelah melakukan itu perlahan saya bangunkan dia..

Saya menanyakan apa yang terjadi ketika dia berada dalam kondisi trance. Ternyata dia mengatakan hal yang agak berbeda dengan yang saya sugestikan, ketika dia dalam kondisi trance dan disugesti supaya supaya masuk ke tempat kedamaian dan mendoakan anaknya. Yang terjadi malah dia membayangkan dia sedang berada ditengah padang pasir yang sangat sepi pada waktu lewat tengah malam yang penuh dengan bintang gemintang dan sedang melakukan sholat tahajud berjamaah berdua saja dengan anaknya..

Wah!! visualisasi yang menggetarkan!

Setelah sesi terapi selesai saya pun ngobrol ngobrol ringan sebentar dan sedikit menimba ilmu pengobatan dari beliau dan akhirnya saya mohon diri dan pulang.
Kira kira seminggu kemudian saya datang lagi dalam rangka silaturahmi dan bertanya keadaan anaknya dan ternyata anaknya sudah gak rewel lagi kalo dia pergi hanya rewel rewel biasa aja sebagai seorang bayi.

Alhamdulillah..

Teknik dalam kasus ini a dalam Ericksonian disebut Accept and Utilize yaitu kita menerima kondisi pasien dan menggunakan pola trance uniknya untuk kemudian menggiringnya masuk kekondisi hypnotic dan melakukan programming yang ternyata efek telephaticnya secara energi juga sangat manjur karena ketika seseorang mengakses bawah sadarnya maka secara otomatis itu juga adalah gerbang dimana aanlam Supra Sadar akan terbuka dan menerima semua permintaan, doa, permohonan atau apapun yang kita inginkan yang dalam kasus ini si bapak meminta supaya tali energi yang terlau kuat untu dikembalikan lagi kepada sang Khalik. Hal ini biasa disebut dengan Law of Attraction yaitu pikiran bawah sadar kita dengan bantuan si bos nya yaitu alam Supra sadar menyampaikan keinginan langsung kealam semesta ( sebagai perantara dari Tuhan pencipta Alam semesta) dan terjadilah..!!

Saya pribadi juga pernah menggunakan teknik ini dengan teknik trance yang biasa saya gunakan untuk memerintah teman satu kos saya dulu pada 2006 silam untuk pindah kos dengan kekuatan pikiran seperti ini hehehe, atau memerintah dengan kekuatan bawah sadar supaya salah satu anggota keluarga saya mau memindahkan lemarinya yang berada di kamar saya setelah bertahun tahun dia tidak mau kompromi sedikit pun tentangnya. hehehe..rasain tak telepati tu..

So..dalam kasus ini..
Bagaimana pendapat anda?

Salam Kebahagiaan..

Fahmy ‘Arafat Daulay